Kamis, 10 Maret 2011

Keanekaragaman Hayati

Saat ini, seperti biasanya, manusia sangat bergantung kepada keberadaannya, kesehatan fisik, kesehatan mental dan kebahagian hidup yang berdasar pada sistem dan proses biologis.  Manusia mendapatkan semua makanannya dan bermacam obat-obatan serta hasil industri dari komponen-komponen keanekaragaman hayati baik di alam liar maupun yang telah dibudi dayakan.  Sumber daya hayati juga memiliki fungsi untuk rekreasi dan pariwisata, serta sebagai pendukung bagi ekosistem-ekosistem yang memberikan banyak manfaat untuk kita.
Sementara manfaat yang ada dapat digunakan sebagai pertimbangan, nilai dari keanekaragaman hayati sendiri tidak terbatas hanya pada itu saja.  Besarnya keragaman hidup yang berada di dalamnya merupakan nilai penting, kemungkinan memberikan kesempatan hidup yang lebih besar bagi ekosistem dan organisme.  Keanekaragaman hayati juga memiliki nilai-nilai sosial dan budaya yang penting.

NILAI DARI KOMPONEN-KOMPONEN KEANEKARAGAMAN HAYATI

Pada umumnya, manfaat yang timbul dari konservasi terhadap komponen-komponen keanekaragaman hayati dapat dikelompokkan menjadi tiga: fungsi-fungsi ekosistem, sumber daya hayati dan manfaat sosial.  Beberapa contoh dari manfaat tersebut akan disebutkan kemudian.

FUNGSI-FUNGSI EKOSISTEM
Perlindungan terhadap sumber air
Penutupan vegetasi alami sebagai serapan air membantu untuk memelihara siklus hidrologi, mengatur dan menstabilkan laju air, dan bersifat sebagai peredam terhadap kejadian-kejadian ekstrim seperti banjir dan erosi.  Penggundulan lahan menyebabkan jalur serapan air menjadi berlumpur, kehilangan tampungan dan kualitas air , degradasi habitat air, diantara hal-hal lainnya.  Vegetasi juga berfungsi untuk mengatur lapisan air bawah tanah, mencegah peningkatan salinitas pada lahan kering yang mempengaruhi daerah agrikultur Australia yang luas, yang bernilai tinggi terhadap masyarakat.  Lahan basah dan hutan berfungsi sebagai sistem penjernih air, sementara mangrove memerangkap lumpur, mengurangi pengaruh terhadap ekosistem-ekosistem laut.
Fungsi-fungsi ini berubah menjadi keuntungan yang penting secara finansial.  Studi yang disponsori oleh Victorian Government, sebagai contoh, menghitung keuntungan dari persediaan air yang diperoleh Melbourne dari hutan serapan mencapai nilai $250 juta per tahun.  Jumlah ini didasarkan pada studi yang menilai harga air yang diperoleh dari Thomson Reservoir dan dipasok ke Melbourne seharga $530 per megaliter, dan fakta bahwa sejumlah besar air yang dipasok ke Melbourne diperoleh dari hutan serapan seluas 80 000 ha dengan jenis vegetasi eukaliptus.  Tampungan air per tahun pada hutan-hutan ini berkisar antara enam hingga dua belas megaliter per hektar, tergantung apakah hutan tersebut telah tumbuh selama 30 atau 200 tahun.  Saat ini sebagian besar hutan eukaliptus pada daerah serapan air berumur 54 tahun.  Pada 50 hingga 100 tahun ke depan, seiring pertumbuhan hutan yang semakin tua,  nilai air yang diproduksi tiap tahun akan meningkat sebesar $150 juta dikarenakan laju aliran air yang meningkat.(14)

Pembentukan dan perlindungan lahan
Keanekaragaman hayati  membantu pembentukan dan pemeliharaan struktur lahan dan penahan kelembaban dan tingkat nutrien.  Hilangannya keanekaragaman hayati dari pemusnahan vegetasi mempengaruhi salinitas lahan, penurunan nutrien, peluruhan mineral dan mempercepat terjadinya erosi dari tanah lapisan atas, mengurangi produktivitas lahan.  Pepohonan, di lain pihak, menurunkan lapisan air dan memindahkan endapan garam dari garis batas atas tanah.
Perlindungan lahan melalui pemeliharaan keanekaragaman hayati dapat mempertahankan kapasitas produksi dari lahan, mencegah longsor, menjaga garis pantai dan pinggiran sungai, serta mencegah degradasi terumbu karang dan perikanan pesisir yang disebabkan pengendapan.
Pepohonan dan vegetasi lainnya juga mendukung susunan lahan.  Kontribusi nyata yang ada antara lain adalah pengenalan bahan organik melalui susunan sampah dan penguraian serta regenerasi dari akar halus, keduanya dilakukan oleh aktivitas mikrobial.  Kontribusi lain adalah melalui efek dari sistem perakaran yang menghancurkan tanah dan bebatuan menuju, diantara hal lain, ke arah air.  Sistem perakaran juga membawa nutrien mineral ke permukaan melalui pengangkutan akar.  Bahan organik yang terbentuk dari penguraian akar-akar halus dapat juga terikat dengan mineral-mineral, seperti besi dan alumunium, yang dapat mengurangi efek penghilangan potensial dari mineral ini oleh vegetasi lain.(15)

Penyimpanan dan siklus nutrien
Ekosistem menjalankan fungsi vital dalam mendaur ulang nutrien.  Nutrien-nutrien ini mencakup elemen-elemen dari atmosfer maupun yang ditemukan juga di dalam tanah, yang penting untuk memelihara kehidupan.  Keanekaragaman hayati sangat penting dalam proses ini.  Tanaman mampu untuk mengambil nutrien baik dari tanah maupun udara, dan nutrien ini kemudian dapat membentuk dasar dari jaring makanan, untuk dapat digunakan oleh berbagai bentuk kehidupan lainnya.  Status nutrien dalam lahan, sebaliknya, tergantikan kembali oleh bahan mati atau buangan yang diubah oleh mikroorganisme; hal ini kemudian menyediakan makanan bagi spesies lainnya seperti cacing tanah yang juga mencampur dan memberi aerasi tanah dan membuat nutrien lebih mudah tersedia.

Pemecahan dan penyerapan polusi
Ekosistem dan proses-proses ekologi memainkan peranan penting dalam pemecahan dan penyerapan dari banyak polutan yang dihasilkan manusia dan aktivitasnya.  Hal ini termasuk limbah seperti air parit, sampah dan tumpahan minyak.  Komponen-komponen ekosistem mulai dari bakteri hingga bentuk kehidupan yang lebih tinggi terlibat dalam proses pemecahan dan asimilasi ini.  Jumlah yang sangat tinggi dari polutan manapun, akan tetapi, dapat menjadi ancaman serius bagi kelangsungan ekositem dan biotanya.
Beberapa ekosistem, terutama lahan basah, memiliki kualitas yang sangat sesuai dalam memecahkan dan menyerap polutan.  Lahan basah alami dan buatan digunakan untuk menyaring perairan tercemar untuk menghilangkan nutrien, logam berat dan padatan terlarut, mengurangi biochemical oxygen demand dan membunuh mikroorganisme yang memiliki potensi membahayakan.

Kontribusi terhadap stabilitas iklim
Vegetasi mempengaruhi iklim pada tingkat makro dan mikro.  Bukti yang timbul menyarankan bahwa hutan yang tidak dijamah membantu untuk menjaga curah hujan secara langsung dengan mendaur ulang penguapan air pada rata-rata yang stabil ke atmosfer dan melalui efek kanopi mendukung pergerakan atmosfer.  Pada skala yang lebih kecil, vegetasi cukup berpengaruh pada iklim lokal dan dapat menciptakan iklim mikro yang spesifik.  Beberapa organisme sangat bergantung pada iklim mikro tersebut dalam mempertahankan keberadaannya.

Pemeliharaan ekosistem
Hubungan-hubungan ekosistem menyerupai jaringan hubungan dari satu makhluk hidup ke makhluk hidup atau tidak hidup lainnya.  Hal-hal ini tidak saja hanya memungkinkan untuk bertahan hidup, tetapi juga memelihara keseimbangan antara makhluk hidup dengan sumber daya (seperti makanan dan tempat tinggal) yang mereka butuhkan untuk hidup.  Vegetasi berkaitan dengan pemeliharaan air serta tingkat kelembaban dan penting dalam memelihara keseimbangan oksigen/karbon dioksida di atmosfer.  Sehubungan dengan sifat alami yang kompleks dari hubungan-hubungan ekosistem, hilang atau terganggunya salah satu bagian dari ekosistem dapat mempengaruhi fungsi komponen-komponen lain dari ekosistem.  Pengetahuan kita mengenai hubungan-hubungan ini belum lengkap, sehingga dampak yang dihasilkan dari gangguan tersebut tidak dapat diperkirakan seluruhnya.
Menjaga habitat alami membantu fungsi-fungsi ekosistem pada area yang lebih luas.  Habitat alami menyediakan tempat perlindungan bagi populasi burung untuk menetaskan telurnya dan predator lainnya yang membantu untuk mengontrol hama serangga pada daerah agrikultur, sekaligus mengurangi kebutuhan, serta biaya parameter kontrol buatan.  Burung dan serangga penyuka sari bunga yang berkembang dan memijah di habitat alaminya dapat menjelajahi daerah yang cukup luas dan melakukan penyerbukkan pada tanaman dan flora lokal di daerah sekitarnya.

Pemulihan kembali dari kejadian-kejadian tak terduga
Menjaga ekosistem yang sehat dapat memperbaiki kemungkinan pulih bagi populasi tumbuhan dan hewan dari kejadian yang menghancurkan seperti kebakaran, banjir dan angin siklon serta dari bencana yag diakibatkan oleh manusia.  Populasi terisolasi yang kurang dilestarikan dengan baik, dan ekosistem yang terdegradasi, kecil kemungkinannya untuk dapat pulih atau pulih secara cepat, dengan kondisi yang mereka miliki.  Populasi dari biota yang ada mungkin akan berakhir kecil, tidak produktif, berdasarkan genetik, dan dapat mengarah menuju kepunahan.

SUMBER DAYA  HAYATI
Makanan
Keberadaan manusia (dan hampir seluruh organisme lain) sangat bergantung kepada apa yang oleh orang-orang biologi disebut sebagai produsen primer, pada umumnya tanaman.  Lima ribu spesies tanaman telah dimanfaatkan oleh manusia sebagai makanan, tetapi sekarang kurang dari dua puluh yang memberi makanan kepada sebagian besar populasi dinia dan hanya tiga atau empat tanaman karbohidrat yang dikembangkan untuk penggunaan secara luas.  Salah satu kegunaan penting dari konservasi keanekaragaman hayati adalah kolam gen dari tanaman liar yang untuk melengkapi dasar genetik yang sedikit dari tanaman pangan yang telah dikembangkan, menyediakan ketahanan terhadap penyakit, memperbaiki produktivitas dan toleransi terhadap lingkungan yang berbeda-beda.(24), (25)
Spesies lokal Australia turut menyumbang kontribusi terhadap kapasitas pangan dunia.  Australia memiliki industri pemanfaatan ikan dan krustasea lokal dan merupakan cadangan terhadap keragaman genetik untuk macadamia dan quandong.  Cadangan-cadangan seperti itu meningkatkan peluang untuk dapat meningkatkan produktivitas agrikultur.  Australia, sebagai contoh, memiliki 15 dari 16 spesies kedelai liar.  Hal ini dapat sebagai bukti betapa berharganya cadangan genetik bagi masa depan karena, tidak seperti jenis-jenis yang dikomersilkan sekarang, banyak dari tanaman liar ini memiliki gen-gen yang membantu mereka tahan terhadap penyakit karat daun.
Terdapat juga potensial pangan yang tinggi pada tanaman lokal Australia.  Nilai nutrisi dari makanan ‘semak-semak’ cukup tinggi, beberapa memiliki jumlah protein yang besar, lemak, karbohidrat, mineral dan vitamin dibandingkan dengan tanaman pangan yang di budidayakan.  Sebagai contoh, biji akasia, sekitar 50 jenis yang digunakan oleh suku Aborigin sebagai makanan, lebih unggul dibandingkan beras dan gandum dalam hal energi, protein dan lemak.  Potensi dari akasia Australia untuk mengatasi masalah pangan di Afrika sedang diteliti pada saat ini (26), dan spesies lokal Australia dari Vigna sedang dieksplorasi untuk ditambahkan karakteristik yang berguna terhadap kacang mung yang telah dibudidayakan, serta untuk potensi mereka sendiri sebagai bahan pangan (27).  Biji dari rumput babi (Portulaca oleracea), yang biasa dimakan oleh suku aborigin, mengandung 20 persen protein, 16 persen lemak, dan besi dalam tingkat yang tinggi.  Tanaman lokal, Ficus platypoda, memiliki tingkat kalsium yang sangat tinggi (4000mg/100g), demikian juga dengan tingginya tingkat kandungan protein dan lemak yang dapat diharapkan pada buah-buahan, sedangkan buah plum Arnhem Land memiliki jumlah kandungan vitamin C yang spektakuler – lebih dari 50 kali lipat dari tingkat vitamin C yang ditemukan pada buah citrus.(28), (29)  Struktur kimia baru berulang kali ditemukan setiap saat, dan konservasi dari keanekaragaman hayati sangat penting untuk kelanjutan dari penelitian ini.
Nilai jangka pendek dan panjang dari sumber daya genetik ini sangatlah besar dan hampir seluruh kemajuan dalam bidang agrikultur dan silvikultur bergantung pada pemeliharaannya.Terlebih lagi, nilai kolam gen dari habitat alami akan meningkat seiring dengan jumlah habitat alami yang semakin sedikit tersisa.  Oleh karena itu area-area ini memiliki nilai yang sangat tinggi sebagai bank gen in situ, dan perlu untuk dikelola dengan efektif.

Sumber daya medis
Manusia telah lama menggunakan sumber daya hayati untuk kepentingan medis.  Masyarakat Aborigin Australia menggunakan banyak sekali tanaman lokal sebagai obat-obatan; setidaknya 70 telah digunakan oleh orang-orang Aborigin Australia bagian tengah sendiri.(14)  30 contoh meliputi berbagai genus, termasuk akasia dan eremofila,(30) begitu juga spesies individual seperti Isotoma petraea dan tanaman nuri (Crotolaria cunninghamii).(31)  Sebagian kecil obat-obatan Aborigin telah dipergunakan secara luas sebagai obat-obatan di Barat, seperti minyak eukaliptus untuk melegakan infeksi jalur pernafasan, akan tetapi saat ini lebih banyak lagi yang sedang diteliti.  Contoh utama yang diberikan oleh penelitian saat ini berada pada bagian dalam batang sebuah pohon yang ditemukan di daerah Kimberleys, yang diketahui oleh suku Aborigin sebagai penghilang rasa sakit yang kuat.(32)
Sejumlah spesies Australia merupakan dasar dari produk-produk kesehatan.  Hyoscine (atau scopolamine), digunakan untuk menangani mual, masalah perut dan efek dari terapi kanker, adalah hasil dari dua spesies corkwood (Duboisia).  Salah satunya, D. leichhardtii, terbatas di Queensland, dan hibrida antara dua spesies menghasilkan lebih banyak hyoscine dibandingkan tanaman lainnya.(33)  Pinus Tylophora merupakan asal dari bahan tylocebrine,(34) yang efektif untuk merawat leukimia limfoid, sementara apel kangguru Solanum aviculare dan S. laciniatum, ditemukan di Australia serta New Zealand dan dibudidayakan di negara lain, menyediakan salasodine, sangat untuk mudah dirubah menjadi steroid.(33)
Sumber daya dari tanaman liar, hewan dan mikroorganisme juga sangat penting dalam pencarian bahan-bahan aktif bidang kesehatan, dan potensi lain dari biota Australia bagi kesehatan modern mulai sedikit disadari.  Banyak obat-obatan yang digunakan saat ini berasal dari tanaman;  beberapa antibiotik, berasal dari mikroorganisme, dan struktur kimia baru ditemukan setiap saat.  Lada lokal (Piper novae-hollandiae) dan kacang hitam (Castanospermum australe) keduanya menawarkan potensi perawatan untuk kanker.(33)  Penelitian saat ini di Macquarie University sedang mengeksplorasi potensi antibiotik dari sekresi kelenjar semut bulldog (Myrmecia).  Bahan tersebut memiliki kemampuan antibiotik yang tinggi, dan dapat membunuh banyak jenis bakteri dan jamur terpilih.  Potensi mereka, khususnya pada industri biosida, sangat besar.(35)
Studi tentang bermacam bahan kimia yang dihasilkan oleh hewan telah mengarahkan kepada penemuan-penemuan bahan medis yang berguna.  Sebuah bahan yang disebut Prostaglandin E2, yang dapat berperan penting dalam perawatan gastric ulcers, awalnya ditemukan pada dua spesies katak gastric brooding (Rheobatracus) yang hanya dapat ditemukan di hutan tropis Queensland.  Tetapi disayangkan, kedua spesies tersebut tak terlihat lagi selama beberapa waktu, dan dapat diperkirakan bahwa salah satunya (R. silus) telah punah.(36)

Hasil kayu
Kayu merupakan komoditas dasar yang dipergunakan di seluruh dunia, dan masih banyak diambil dari alam.  Benda ini merupakan sumber utama bahan bakar, digunakan dalam konstruksi, dan sebagai dasar dari produksi kertas.
Tanaman lokal Australia telah berperan penting selama ini dalam pembangunan gedung-gedung dan furnitur, dan yang lebih baru dalam produksi kertas.  Industri kayu membentuk bagian penting dalam perekonomian modern.  Sifat alami yang unik dari spesies Australia telah lama diketahui: pinus huon (Lagarostrobus franklinii) tidak dapat membusuk; akasia gidgee (Acacia cambagei) dan mulga (Acacia aneura sens. lat.) merupakan kayu yang sangat keras saat ini sedang diteliti untuk instrumen musik; dan lignotubers (pelubang kayu) dari beberapa eukaliptus dan banksia disukai sebagai furnitur yang sangat dekoratif.  Banyak spesies Australia, terutama eukaliptus, dibudidayakan di negara lain untuk hasil kayunya.

Tanaman hias
Spesies lokal Australia berkembang dalam penggunaannya untuk tujuan hortikultura dan penghias, dengan hibrida dan keturunan baru yang sedang dikembangkan dan dipasarkan.  Salah satu contoh yang dikenal baik adalah Grevillea “Robin Gordon”.  Perdagangan bunga potongan di Australia Barat juga cukup penting, dengan banyak spesies yang dipanen, dan sebagian dibudidayakan untuk tujuan ini.

Cadangan reproduksi, cadangan populasi
Daerah alami menyediakan sistem dukungan  untuk manfaat  dan sumber daya lingkungan yang bernilai komersil.
Beberapa habitat melindungi tahap kehidupan atau elemen yang sangat penting bagi populasi kehidupan liar yang di eksploitasi secara luas di luar habitat ini, seperti daerah pemijahan di mangrove dan lahan basah.  Sebagai contoh, ketika daerah mangrove dihilangkan untuk dibangun resor dan pengembangan kota, populasi dari ikan-ikan komersil yang mengandalkan daerah mangrove sebagai habitat untuk bertelur juga akan ikut menghilang.  Beberapa dari habitat penting ini telah dinyatakan sebagai daerah yang dilindungi, sehubungan dengan pentingnya kegunaan mereka untuk memelihara cadangan ikan, krustasea seperti udang dan kepiting bakau, serta fauna air lain yang telah diketahui.(37), (38)
Habitat lain berperan sebagai cadangan genetik dimana benih dan bahan lainnya dapat digunakan untuk pengembangan spesies yang dimanfaatkan.  Kandungan minyak daun dari beberapa spesies eukaliptus Australia Barat, sebagai contoh, dihitung dari luas sebaran alaminya untuk mengidentifikasi populasi yang telah banyak dimanfaatkan untuk penyebaran yang lebih berpotensi.

Sumber daya masa depan
Sekitar 50 persen spesies di Australia telah dikenali tetapi hanya seperempatnya yang telah dijelaskan secara formal.(10)  Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, sumber daya hayati baru untuk meningkatkan kesejahteraan manusia akan ditemukan dan dikembangkan.  Terdapat hubungan yang jelas antara konservasi keanekaragaman hayati dan penemuan sumber daya hayati baru.  Sebagian kecil spesies tanaman yang relatif telah dikembangkan yang sekarang tengah dimanfaatkan telah berulang kali diteliti dan dilakukan pengembangan secara selektif.  Banyak sekali tanaman pangan yang kurang dimanfaatkan saat ini sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi penting di masa depan.  Dokumentasi dari pemanfaatan tanaman oleh manusia yang terus-menerus seringkali menjadi sumber ide untuk mengembangkan spesies tanaman untuk kegunaan yang lebih luas dan/atau keuntungan ekonomi dan masih banyak jumlah spesies tanaman yang mungkin dapat berguna belum ditemukan saat ini.(39)
Produk-produk berpotensi yang dapat dihasilkan dari sumber daya hayati meliputi tabir surya dari karang, serat ringan dan berdaya tahan tinggi dari laba-laba sutra, serta perekat instan dari cacing dan lintah.(40)  Mikroorganisme penting dalam produksi bermacam-macam bahan kimia pertanian, protein untuk pakan ternak, enzim dan biopolimer.
Terdapat juga potensi untuk pengembangan yang lebih jauh dari sumber daya hayati untuk pestisida alami, serupa dengan mikroorganisme pembasmi serangga Bacillus thuringiensis, dan hasil lain yang bermanfaat seperti lemak, dan minyak.(24)  Konservasi dari keanekaragaman juga penting dalam menemukan organisme kontrol biologis yang efektif dan untuk mengembang biakkan spesies yang tahan penyakit.  Teknik genetika dari mikroorganisme menjanjikan kemajuan lebih lanjut dalam menghasilkan bahan dan proses baru.(25)

MANFAAT SOSIAL
Penelitian, pendidikan dan pemantauan
Masih banyak yang bisa dipelajari tentang bagaimana memanfaatkan sumber daya hayati secara lebih baik, bagaimana menjaga dasar genetik dari sumber daya hayati yang terpakai, dan bagaimana untuk merehabilitasi ekosistem yang terdegradasi.  Daerah alami menyediakan laboratorium yang baik sekali untuk studi seperti ini, sebagai perbandingan terhadap daerah lain dengan penggunaan sistem yang berbeda, dan untuk penelitian yang berharga mengenai ekologi dan evolusi.  Habitat yang tidak dialih fungsikan seringkali penting untuk beberapa pendekatan tertentu, menyediakan kontrol yang diakibatkan oleh perubahan mengenai sistem pelelolaan yang berbeda dapat diukur dan dilakukan.
Rekreasi
Keanekaragaman hayati merupakan bagian menarik dari daerah-daerah yang memiliki nilai untuk tujuan pariwisata dan rekreasi di Australia.  Kualitas estetika dari daerah-daerah tersebut seringkali memiliki perbedaan yang mencolok, dengan ukuran yang besar sehubungan dengan keanekaragaman hayati yang dapat ditemukan pada benua ini.  Masyarakat menghargai daerah seperti itu sebagai ragam untuk tujuan rekreasi: film, foto atau bahan pembelajaran melalui kehidupan liar, habitat alami dan fungsi alami; mengamati burung; serta studi lapang ekologi dan tujuan ilmiah lainnya.(41)  Lingkungan alam Australia merupakan faktor utama dalam menarik wisatawan.  Penelitian telah menunjukkan lebih dari 85 persen pengunjung dari Jepang dan 70 persen pengunjung dari Eropa dan Amerika melihat lingkungan tersebut sebagai pemandangan yang indah dengan kehidupan liarnya dan merupakan salah satu alasan utama dalam mengambil keputusan tujuan perjalanan mereka.(42)  Sebagai tambahan, telah diperkirakan secara konservatif bahwa setidaknya 10 juta orang mengunjungi lingkungan alami di Australia pada tahun 1987/88; lima juta mengunjungi taman dan cagar alam, empat juta mengunjungi empat taman zoologi utama dan satu juta mengunjungi taman botani.(43)

Nilai budaya
Nilai budaya dari konservasi keanekaragaman hayati untuk generasi saat ini dan masa depan merupakan alasan penting untuk tetap menjaganya sekarang.  Budaya manusia turut berevolusi sesuai dengan lingkungannya, dan konservasi keanekargaman hayati dapat menjadi penting sebagai identitas budaya di seluruh Australia.  Lingkungan alami menyediakan banyak kebutuhan inspirasi, estetika, spiritual dan pendidikan bagi manusia, dari berbagai budaya, sekarang dan di masa depan.  Masyarakat Australia menempatkan nilai budaya yang besar terhadap ‘semak-semak’ sementara spesies lain, seperti kangguru, koala dan emu, telah menjadi ikon nasional.
Nilai estetika dari ekosistem dan lanskap alami kita berkontribusi terhadap keadaan emosional dan spiritual dari populasi masyarakat kota.  Konservasi keanekaragaman hayati juga memiliki manfaat di bidang etika.  Beragamnya organisme hidup yang ada mengingatkan manusia bahwa mereka merupakan bagian dari Bumi yang saling tergantung satu sama lainnya.
Hubungan-hubungan suku Aborigin terhadap daratan dan lautan, serta hewan dan tanamannya sangatlah kompleks.  Untuk orang-orang ini daratan dan lautan memiliki nilai spiritual, ekonomi, sosial, perlindungan dan rekreasional.  Melalui berburu dan mengumpulkan makanan, suku Aborigin tidak hanya memenuhi kebutuhan makan mereka dengan nilai nutrisi yang tinggi; mereka juga meyakinkan kecukupan diri mereka dan, yang lebih penting, mendidik anak-anak mereka mengenai hubungan antara daratan dengan aspek-aspek lain dari budaya mereka.(44)  Konservasi keanekaragaman hayati dapat memberikan kontribusi terhadap konservasi identitas budaya suku Aborigin.

Manfaat tindakan berjangka
Manfaat lain dari konservasi adalah untuk menghindari kenaikan biaya dari tidak adanya tindakan.  Australia telah mengalami kerugian dalam produksi akibat degradasi lingkungan dan membelanjakan jumlah yang cukup besar untuk perbaikan lingkungan.  Biaya degradasi lahan di Australia diperkirakan telah mencapai $1150 juta per tahun, (45) dan CSIRO telah mengklasifikasikan sekitar 52 persen dari benua telah terdegradasi oleh berbagai sebab dan memerlukan reklamasi.(46)  Masalah yang berhubungan dengan salinitas di Murrary-Darling Basin sendiri diperkirakan menghabiskan $35 juta per tahun, dan kerugian di bidang agrikultur pada wilayah ini mencapai $260 juta per tahun.(47)  Ini adalah biaya-biaya yang teridentifikasi sekarang.  Pada saat ini, sekitar $320 juta telah dialokasikan kepada Decade of Landcare, yang akan dipergunakan untuk mengontrol degradasi lahan.(48)
Tanpa tindakan untuk memulihkan keadaan, degradasi tidak terelakkan lagi akan meningkat dan biaya untuk memperbaiki yang akan dihadapi oleh masyarakat di masa depan akan menjadi lebih besar.  Biaya ini dapat dikurangi melalui tindakan  konservasi yang strategis dan berjangka.

NILAI DARI KEANEKARAGAMAN

Keseluruhan keragaman dari hidup ini tak dapat diperkirakan nilainya.  Mereka menyediakan dasar bagi berlangsungnya keberadaan planet yang sehat dan juga kesejahteraan kita.  Banyak ahli biologi sekarang mempercayai bahwa ekosistem yang kaya akan keragaman memiliki daya tahan yang lebih tinggi dan oleh karena itu mampu untuk pulih secara lebih baik dari tekanan-tekanan seperti pengurangan jumlah atau degradasi habitat yang disebabkan manusia.  Ketika ekosistem mengalami perubahan fungsi, ada beberapa pilihan cara untuk menjalankan produksi primer dan proses ekologi seperti siklus nutrien, sehingga salah satu rusak atau hancur, ada cara lain yang dapat digunakan dan ekosistem bisa berfungsi seperti normal lagi.  Bila keanekaragaman hayati dihilangkan secara besar-besaran, maka fungsi dari ekosistem terancam resikonya.
Mungkin nilai yang paling besar dari keragaman hidup adalah kesempatan yang diberikan kepada kita untuk beradaptasi terhadap perubahan.  Potensi yang tak diketahui dari gen-gen, spesies dan ekosistem tidak dapat diperkirakan akan tetapi sangat tinggi nilainya.  Keragaman genetik akan menghasilkan keturunan tanaman pangan yang sesuai dengan kondisi iklim yang baru, sementara biota Bumi tampaknya masih memiliki kemampuan yang belum diketahui sebagai penyembuh dari penyakit yang ada dan sedang timbul.  Keragaman gen, spesies dan ekosistemadalah sumber daya yang dapat dipergunakan seiring dengan berubahnya kebutuhan manusia.
Ada kemungkinan bahwa tidak terdapat satu alasan yang berdiri sendiri, menyediakan dasar yang cukup untuk dapat menjaga keseluruhan keanekaragaman hayati.  Pendekatan yang lebih umum dan pragmatis, akan tetapi, menyadari bahwa berbeda tetapi tetap alasan untuk hal yang sama – nilai sumber daya, nilai kewaspadaan, etika dan estetika, dan kepentingan pribadi – berlaku pada kasus yang berbeda-beda, dan di antaranya menyediakan situasi yang sangat kuat dan meyakinkan untuk konservasi keanekaragaman hayati.
Banyaknya nilai dari keanekaragaman hayati dan pentingnya hal itu bagi perkembangan mengindikasikan mengapa konservasi keanekaragaman hayati berbeda dari konservasi alam tradisional.  Konservasi keanekaragaman hayati membutuhkan perubahan dari sikap pasif – melindungi alam dari dampak perkembangan – ke arah usaha proaktif yang mencari penyelesaian dari kebutuhan manusia akan sumber daya hayati sementara tetap menjamin kelangsungan ekologi jangka panjang dari kekayaan biotik Bumi.  Pada tingkat global juga meliputi tidak hanya perlindungan terhadap spesies alami dan habitatnya tetapi juga menjaga keragaman genetik dari spesies yang telah dibudidayakan dan dimanfaatkan serta yang memiliki hubungan dekat dengan mereka di alam bebas.
Konservasi dari keanekaragaman hayati bertujuan untuk menjaga sistem pendukung kehidupan yang disediakan oleh alam dan segala keragamannya, serta sumber daya hidup yang penting untuk perkembangan yang dapat diterima secara ekologis.

Nilai Eksistensi

Nilai ini dimiliki oleh keanekaragaman hayati karena keberadaannya di suatu tempat. Tidak berkaitan dengan potensi suatu organisme tertentu, tapi berkaitan dengan hak hidupnya sebagai salah satu bagian dari alam. Kadang juga disebut nilai Intrinsik dan dikaitkan dengan etika atau agama. Meskipun manfaat yang didapatkan  dari nilai eksistensi keanekaragaman hayati sulit diukur dengan uang, manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis manusia cukup jelas.

Nilai Jasa Lingkungan

Nilai ini dapat dimanfaatkan apabila keanekaragaman hayati dipandang sebagai satu kesatuan, dimana ada saling ketergantungan antara komponen di dalamnya. Nilai jasa lingkungan sering diabaikan karena sulit diungkapkan dengan angka. Padahal keuntungan yang diberikan cukup besar. Keanekaragaman spesies menyebabkan mereka mampu membentuk rantai makanan yang menjamin kelangsungan pasokan pangan masing-masing dan hubungan saling menguntungkan di dalam rantai makanan tersebut. Contoh : Ekosistem terumbu karang dan padang lamun melindungi pantai dari abrasi, hutan mangrove sebagai nursery, feeding, dan spawning ground.

Nilai Warisan

Nilai ini berkaitan dengan hasrat untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati agar dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang. Contoh : Masyarakat Mentawai hanya membolehkan orang-orang tertentu untuk menangkap penyu dan jumlah hasil buruan juga secukupnya serta dibagi sama rata diantara anggota masyarakat. Cara ini dimaksdukan agar tidak terjadi pengurasan dan pemborosan sumber daya alam, sehingga masih tersedia untuk generasi mendatang. Nilai ini sering terkait dengan nilai sosiokultural dan nilai pilihan. Spesies tertentu sengaja dipertahankan dan diwariskan turun temurun untuk menjaga identitas budaya dan spiritual kelompok etnis tertentu

Nilai Pilihan

Nilai ini terkait dengan potensi keanekaragaman hayati dalam memberikan keuntungan bagi masyarakat di masa depan (Primack dkk, 1998). Keanekaragaman hayati menyimpan nilai manfaat yang sekarang belum disadari atau belum dapat dimanfaatkan oleh manusia, namun seiring dengan perubahan permintaan, pola konsumsi, dan asupan tekhnologi, nilai ini menjadi penting di masa depan. Contoh : 20 jenis obat-obatan yang paling sering dipakai di Amerika senilai US$ 6 miliar per tahun mengandung bahan-bahan kimia yang ditemukan di alam.

Nilai Konsumsi

Nilai ini merupakan manfaat langsung yang dapat diperoleh dari keanekaragaman hayati misalnya : ekosistem mangrove, terumbu karang, dan padang lamun memiliki nilai konsumsi yang sangat banyak dan beragam

Nilai Produksi

Nilai ini adalah nilai pasar yang didapat dari perdagangan keanekaragaman hayati di pasar lokal, nasional, maupun internasional. Contoh : nilai pasar global untuk obat-obatan yang diperoleh dari sumberdaya genetis diperkirakan US$ 75.000 – 150.000 juta per tahun

Metode valuasi ekonomi

Kegunaan dari metode valuasi ekonomi adalah:
  1. Meningkatkan pengertian tentang nilai dan jasa yang disediakan oleh sumberdaya alam dan keanekaragaman hayati
  2. Membantu para penentu kebijakan dalam memilih alternatif kebijakan pembangunan yang paling menguntungkan bagi daerahnya
  3. Mengidentifikasi  dan membandingkan modal yang ditanam, biaya kesempatan, dan manfaat keuntungan yang dihasilkan
Jenis Valuasi Ekonomi
  1. Valuasi harga pasar, termasuk estimasi keuntungan dari konsumsi dan produksi subsisten
  2. Pendekatan pengganti pasar (surrogate market approach), termasuk model biaya perjalanan, harga kenikmatan dan pendekatan barang subsitusi
  3. Pendekatan fungsi produksi, yang menekankan pada hubungan biofisik antara fungsi hutan dan kegiatan pasar
  4. Pendekatan pilihan yang dinyatakan (stated preference approaches) terutama metode valuasi kontingensi berserta variannya
  5. Pendekatan berbasis biaya, termasuk biaya penggantian dan biaya untuk mempertahankannya

Kriteria status flora atau fauna

  1. Kritis (Critically Endangered) : jika taksa menghadapi resiko kepunahan yang sangat ekstrim (tinggi) dalam waktu yang sangat cepat.Populasinya berkurang sebanyak 80 % selama 10 tahun terakhir, luas wilayah diperkirakan kurang dari 100 km2, populasi kurang dari 250 individu dewasa
  2. Genting/Terancam (Endangered): jika taksa tidak termasuk kriteria genting tetapi mengalami resiko kepunahan yang sangat tinggi di alam dalam waktu dekat. Populasinya berkurang paling sedikir 50 % selama 10 tahun terakhir, luas wilayah diperkirakan kurang dari 5000 km2, populasinya diperkirakan kurang dari 2500 individu dewasa
  3. Rentan (Vurnerable) : jika taksa tidak termasuk kriteria kritis atau terancam tetapi mengalami resiko kepunahan tinggi di alam. Populasinya berkurang paling sedikit 20 % selama 10 tahun terakhir, luas wilayah diperkirakan kurang dari 20.000 km2, populasinya diperkirakan kurang dari 10.000 individu dewasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar